Kenapa Harus Bermain….??

main bareng

main bareng

Bermain lekat dengan kehidupan dan keseharian anak. Dunia anak adalah dunia bermain. Orang dewasa pun seringkali merindukan kembali menjadi anak-anak, karena asyiknya bermain saat menjadi anak-anak.

Bermain adalah kegiatan yang dilakukan berulang-ulang demi kesenangan, baik dengan tujuan maupun tanpa ada tujuan. Dari definisi tersebut, satu syarat mutlak ketika anak melakukan kegiatan yang disebut bermain adalah bahwa aktifitas yang dilakukannya itu menimbulkan efek menyenangkan pada diri anak.

Namun ternyata, perasaan meyenangkan hanyalah salah satu bagian kecil dari manfaat yang didapatkan anak dari aktifitas bermain. Karena melalui bermain, anak dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangannya. Untuk anak, bermain adalah belajar. Bila orang dewasa membangun pengetahuannya lewat membaca, maka anak membangun pengetahuannya lewat bermain. Melalui berbagai macam aktifitas bermain, anak melatih kemampuan fisik dan motoriknya, mematangkan emosi dan mengasah keterampilan sosialnya, memperlancar komunikasinya, juga mengembangkan kognisinya.

Bermain adalah kebutuhan anak dan bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, dengan siapa saja, menggunakan apa saja. Anak bahkan bisa menikmati kesenangan bermain hanya dengan menggunakan imajinasinya. Kebahagiaan dan manfaat bermain untuk anak hanya didapat apabila anak senang melakukannya, dan agar anak senang melakukannya, inisiatif untuk melakukan aktifitas bermain itu harus datang dari anak. Suatu aktifitas hanya dapat dikatakan aktifitas bermain apabila anaklah yang memutuskan apa yang akan dia mainkan dan bagaimana memainkannya.

Misalnya, permainan boneka barbie yang mahal dengan peralatan yang lengkap dan indah tidak akan memberi manfaat apa-apa jika anak melakukannya dengan paksaan orangtua. Akan tetapi seorang anak yang mengamati iring-iringan semut akan mendapatkan berbagai manfaat bermain apabila kegiatan yang ia lakukan tersebut memunculkan berbagai emosi positif, senang, takjub atau kagum. aspek kognitifnya pun akan berkembang apabila anak terangsang untuk mendapatkan pengetahuan mengenai semut yang bisa meluas pada pengetahuan mengenai hal-hal lainnya.

Itulah sebanya aktifitas bermain dikatakan sebagai aktifitas inklusif dan inheren, karena muncul dari motivasi di dalam diri dan tidak perlu diajarkan.

Lalu apa fungsi orang dewasa, khususnya orangtua dan guru dalam aktifitas bermain anak? Dalam aktifitas bermain anak, orangtua atupun guru berfungsi untuk mendampingi dan mendukung kegiatan bermain yang dilakukan anak, juga merangsang anak untuk mengoptimalkan fungsi permainan terhadap aspek-aspek perkembangannya. Karena memang permainan memberi efek besar bagi arah perkembangan anak, maka permainan yang mengarah pada perkembangan yang negatif, misalnya sikap agresif dapat dikontrol.

Orangtua atau guru sebaiknya ikut terlibat bermain bersama anak. yang perlu diingat adalah, bahwa anaklah pemilik permainan itu. Jangan “gatal” untuk mendominasi permainan, sehingga anak kehilangan kunci bermain, yaitu kesenangannya. Misalnya saja, saat anak bermain puzzle dan sering salah meletakan potongan yang sesuai, orangtua langsung mengambil alih puzzle, meletakan potongan yang sesuai. Atau yang sering terjadi adalah orangtua memberi komentar bahkan kritik pada aktifitas anak, misalnya dengan ungkapan “Eh, jangan gitu dong” atau “Masa begitu, jelek ah!”, dan lain-lain.

Orangtua harus ingat, bahwa respons yang diberikan akan menentukan bagaimana penghayatan anak terhadap diri dan lingkungannya. Jika orangtua terlibat aktif terlibat dalam aktifitas bermain tanpa mendominasi, bahkan memberi dorongan saat anak merasa tidak bisa, memberi pujian pada setiap hasil karya anak, hal tersebut akan menumbuhkan rasa kompetensi pada diri anak. Wallahu ‘Alam

sumber : Auladi

Komentar bertahan »

Mendongeng Yuk…….

Kegiatan yang paling ditunggu murid-murid saya di pagi hari adalah mendengarkan cerita. Rasanya sehari tanpa cerita bagai sayur tanpa garam mungkin ^_^.

Dongeng atau cerita ternyata merupakan salah satu cara yang efektif mengembangkan aspek-aspek kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan), sosial dan aspek konatif (penghayatan) anak-anak.

Dongeng atau cerita mampu membawa anak-anak pada pengalaman-pengalaman baru yang belum pernah dialaminya.

Rasulullah SAW pun tak segan-segan menggunakan metode dongen/cerita agar anak-anak terangsang otaknya dan tergugah perasaannya. Di situ tersebar beribu-ribu hikmah yang membuat anak-anak merasa belajar sesuatu, tetapi tidak merasa digurui.

Nah, dalam rangka menggiatkan kegiatan mendongeng di sekolah, kita sebagai guru tentunya harus mengetahui kiat atau persiapan apa saja sebelum melakukan kegiatan mendongeng agar pesan yang ingin kita sampaikan melalui dongeng dapat tersampaikan selain agar kegiatan mendongeng tidak terkesan monoton.

berikut beberapa hal yang perlu disiapkan saat mendongeng :

1. Menyiapkan dongeng/cerita (dari buku atau mengarang sendiri) dan pilih yang anda sukai

2. Melatih diri dengan mencoba mencderitakan kembali dongeng-dongeng itu di depan cermin

3. Melatih vokal, gerak, dan mimik muka

4. Mencoba berlatih tanpa kaca

5. Siapkan juga alat bantu (bila memang diperlukan) Misalnya : boneka, topeng, kertas, benda-benda, dll

6. Hapalkan garis besar ceritanya. Hayatilah pesan utamanya serta jangan lupa membayangkan kapan harus melakukan improvisasi

7. Kita harus peka terhadap situasi/kondisi anak-anak (bila mereka letih,lapar, kepanasan, dsb. jangan dipaksakan melanjutkan dongengnya)

8. Perhatikan jumlah anak-anak yang akan didongengi, bila terlalu banyak akan sulit dikendalikan

9. Pilih tempat yang nyaman, terbuka, lega, dst. hal itu akan membantu menciptakan rasa tenang pada anak-anak

10. Bersikaplah dengan wajar, tak bergerak gerik berlebih-lebihan/dibuat-buat dan tak terlalu sering mengulang-ngulang gerakan yang sama

11. Sebelum mendongeng/bercerita usahakan suasana hati kita ceria dan riang. Cintai sepenuh hati anak-anak yang ada di hadapan kita

12. Dalam bercerita libatkan perasaan (saat cerita sedih, tampakkan kesedihan dan sebaliknya)

13. Semua anak harus terperhatikan oleh pandangan mata kita, tak hanya menatap ke satu arah

14. Siapkan suara kita dengan baik (seringkali karena belum siap ambil nafas, sudah berbicara, akhirnya kehabisan nafas di tengah-tengah)

15. Perhatikan nada suara (kapan tinggi, rendah, kecil, besar, berat, cepat, lambat, manja, dst)

16. Konsentrasi dan tenang amat diperlukan oleh seorang pendongeng. Ketenangan akan melahirkan kebiasaan disiplin berfikir dan hal ini melatih kita untuk tidak ngelantur ke cerita atau hal lain.

17. Berpakaianlah dengan wajar/sederhana, rapi, bersih, dan sesuai situasi kondisi

18. Kita harus mempunyai keyakinan yang tinggi pada diri sendiri (PD)

19. Usahakan dalam dongeng/cerita harus ada satu klimaks

20. Dan satu hal yang suka terlupakan, libatkan rasa humor (bukan berarti ngebadut)

Itu sedikit kiat yang harus kita persiapkan saat mendongeng. Ayo kita biasakan untuk membacakan cerita kepada anak-anak didik kita.

Wallahu’alam

Komentar (2) »

Main Air……???

Hari ini hari Jum’at, agenda anak-anak adalah praktek sholat. Hmmm… biasanya nih, hari Jum’at ini ibu guru bakalan kerepotan ngatur anak-anak. Maklum, dua kelompok harus digabung untuk sholat berjamaah,yang artinya ibu guru harus siap teriak-teriak menenangkan anak ^_^. Tapi alhamdulillah,hari ini anak-anak hebat semua. Dari mulai wudhu,adzan, sholat, sampai dzikir semua terkendali walau waktu lagi wudhu ada yang pipis di celana hihihi…..

Yang paling menarik di hari Jum’at adalah kegiatan praktek wudhu yang artinya anak-anak akan berhadapan dengan air. Anak-anak paling semangat nih klo lagi wudhu, sekalian bisa ciprat sana sini. Kalau diperhatikan lagi,kenapa wudhu adalah kegiatan yang paling diminati anak sepertinya memang fitrah mereka menyukai air. Jangankan anak-anak,terkadang orang dewasa pun senang jika bermain dengan air buktinya tempat wisata yang menjual permainan dengan air laris manis……

Namun  pernah saya temui ada seorang guru menegur anak didiknya yang sedang bermain air. Dia melarang anak bermain air karena khawatir akan basah (padahal kalau main air pasti basah kan ^_^). Saya melihat kekecewaan pada wajah anak-anak itu. Hal ini mendorong saya mencari tahu sebenarnya apa sih manfaat dari bermain air itu.

Suatu ketika saya membaca majalah parenting, disitu disebutkan beberapa manfaat bermain air. Alhamdulillah akhirnya saya punya argumentasi untuk tidak melarang anak bermain air.

Berikut saya uraikan beberapa manfaat yang dapat kita petik ketika anak-anak bermain air :

Mengembangkan Motorik

Tidak ada permainan air yang pasif,seringkali anak berteriak,menjerit dan berlari karena sensasi air. Hampir seluruh tubuh bergerak, otot-otot terlatih, demikian juga organ lain seperti jantung dan paru-paru. Selain koordinasi fisik dan motorik anak terlatih, ketahanan fisik anak juga teruji.

Melatih Keterampilan Kemandirian

Banyak didapati anak didik kita senang mencoba sendiri segala hal yang baru. Contohnya saja ketika kegiatan menyiram bunga, anak-anak senang memindahkan air dari ember ke gayung lalu ke gelas aqua dan sebagainya. Aktivitas ini seringkali terhenti karena guru lebih dulu mengomel dengan alasan air akan tumpah kemana-mana. Padahal aktivitas ini melatih anak untuk dapat mengenal konsep jumlah,membandingkn, dan mengukur. Dengan sedikit kesabaran dan penjelasan anak dapat belajar dasar matematika dan sains serta melatih kemampuan mengamati.

Mengembangkan Kemampuan Sensorik

Permainan memindahkan air dan membandingkan bisa kita bawa lebih lanjut dengan mencampur air panas dan air dingin, kemudian anak bisa mencoba merasakan perubahan air. Tentu saja dengan pengawasan guru. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melatih sensorik anak.

Mengembangkan Empati dan Kehangatan

Saat anak-anak bermain air, tentu saja ada kebersamaan antara guru dan murid. Kita bisa tertawa bersama. Hal ini tentu saja akan menambah kedekatan kita dengan anak-anak.

Itulah beberapa manfaat bermain air yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat. Ayo mulai dari sekarang kita agendakan untuk bermain air bersama anak-anak didik kita, insya allah akan banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Wallahu’alam

Komentar bertahan »

Salam Kenal Semua

Assalamu’alaikum……….

Setelah sekian lama melihat berbagai blog milik teman,akhirnya saya tertarik untuk buat blog sendiri juga. Walaupun pada awalnya masih sempat bingung,apa yang mau saya bagi di blog saya ya??? ^_^

Karena latar belakang saya adalah dunia pendidikan anak,maka saya putuskan untuk membuat blog mengenai sekolah tempat saya mengajar saat ini. Mohon maaf jika di blog ini nanti banyak kekurangannya (maklum masih belajar…^_^)

Perkenalkan nama sekolah ini adalah Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an Al-Hikmah. Letaknya di Antapani Bandung. Yang isitmewa sekolah ini….hmmmm….apa ya??? Menurut saya yang isitmewa dari sekolah ini adalah anak-anak yang luar biasa…….. (profil anak-anaknya insya allah nanti menyusul ya….

Ini adalah tahun kedua saya mengajar di sekolah ini. Subhanallah,banyak sekali pelajaran yang bisa saya ambil di sekolah ini terutama saat berinteraksi dengan anak-anak. Banyak kejadian yang lucu,menjengkelkan,menyedihkan,menggembirakan,memusingkan,memotivasi,merenyuhkan, dan me- me- yang lainnya. Insya Allah setiap pengalaman istimewa di sekolah ini akan saya kemukakan di artikel-artiekel selanjutnya. Do’akan saya agar tetap semangat ya!!!

Terakhir,mudah-mudahan blog ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang bersedia mengunjungi blog ini. Terutama bagi para pendidik.

Kritik dan saran yang membangun sangat saya tunggu atau jika ingin bertukar link boleh banget tuh…

Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya

Wassalam

Pembelajar Tangguh

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.